Begitu banyak yang kurasakan. Tetapi aku tak dapat menerjemahkannya lewat kata-kata. Hanya tersimpan dalam lubuk hati. Ingin sekali kuungkapkan namun hanya terurai lewat diamku.

Aku hanya ingin engkau tahu, bahwa cukuplah hilang letihku saat pulang dan menjumpai senyumanmu. Dinginlah penatku saat kutatap teduhnya raut wajahmu. Dan betapa bahagianya karena aku sadar bahwa kutemukan permata terindahku di rumah_ maka cukuplah cantik hati dan hidupku karena kuletakan permata itu di relung jiwaku.

“Kekasihku . . . betapa indah hari-hari bersamamu. Terlebih bila kuingat kata-katamu itu  . . . hari terindah kita adalah hari yang sedang kita jalani. . . “

[ genggam tanganku, kita susuri jalan-jalan kebahagiaan itu, lagi . . . ]